Arti "Fleece"
Istilah ini merupakan pelafalan dalam bahasa Jepang untuk kata "fleece", yang merujuk pada jaket musim dingin (atau bahan pembuatnya) yang ringan, hangat, dan memiliki tekstur seperti bulu domba sintetis yang lembut.
"Di pagi hari yang dingin, cukup dengan mengenakan jaket fleece saja, rasa hangat langsung terasa dan perjalanan ke kantor jadi lebih nyaman."
Related slang words
CatatanKolom untuk menuliskan informasi tambahan yang perlu diperhatikan selain isi teks dalam dokumen atau tabelQ-EconomyIstilah ini merujuk pada fenomena ekonomi di mana layanan dan industri berbasis non-tatap muka mengalami pertumbuhan seiring dengan berkurangnya aktivitas tatap muka dan konsumsi akibat pandemi; istilah ini merupakan gabungan dari kata "karantina" (Quarantine) dan "ekonomi" (Economy), yang menggambarkan tren yang memadukan peralihan ke model non-tatap muka dengan permintaan yang didorong oleh kebutuhan akan keamanan.bMerujuk pada emotikon klasik yang menggambarkan jempol yang terangkat, terinspirasi dari bentuk huruf kecil ‘b’ dalam bahasa InggrisSavageIstilah ini berasal dari kata dalam bahasa Inggris yang berarti ‘biadab dan kejam’, dan sering digunakan dalam judul lagu hip-hop atau pop serta sebagai meme untuk menggambarkan daya tarik yang kasar dan mentah (keren dan agresif) secara berlebihanOm mani padme humIstilah ini merupakan terjemahan dalam bahasa Korea dari mantra Sanskerta yang terdapat dalam kitab Buddha *Chonsu-gyeong*. Belakangan ini, istilah tersebut digunakan sebagai meme (mantra) yang diucapkan secara rutin—tanpa memperhatikan maknanya—untuk meredakan rasa hampa atau saat membutuhkan latihan spiritual.KukukuUngkapan yang digunakan untuk mengejek atau mengolok-olok orang yang penampilannya terlalu mencolok sehingga justru terlihat berantakan dan ketinggalan zaman, dengan menyoroti perilakunya untuk memancing tawaPengamatanMelakukan kegiatan menonton atau menikmati pertunjukan, olahraga, dan sebagainya dari rumah (secara daring)Depresi akibat pandemiIstilah ini merujuk pada kondisi di mana rasa sedih dan kelemahan psikologis yang muncul akibat akumulasi isolasi sosial dan terputusnya rutinitas sehari-hari akibat pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, sehingga pemulihan kehidupan sehari-hari terasa lambat dan rasa tertekan secara mental semakin meningkat.